Selasa, 23 Oktober 2012

Struktur Organisasi Lini dan Fungsional



BAB I Pendahuluan
Tipe, Bentuk dan Struktur Organisasi

Struktur Organisasi ( Organizational Structure )
Stuktur organisasi pada setiap perusahaan berbeda-beda bergantung pada budaya dan jenis industri dimana mereka berusaha. Contohnya saja perusahaan konsultan dan perusahaan pertambangan. Struktur organisasi mereka bisa sangat berbeda. Umumnya pada perusahaan konsultan, jabatan tertinggi adalah “partner” sedangkan pada perusahaan tambang bisa CEO. Umumnya stuktur organisasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis: Fungsional, Project, dan Organisasi Matrix. Tipe struktur organisasi berpengaruh pada bagaimana komunikasi didalam perusahaan. Pada kesempatan kali ini saya sebagai penulis hanya akan membahas mengenai struktur organisasi lini dan staff saja berikut ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan-kekurangannya saja.
Dalam penulisan makalah ini, tentu terdapat kekurangan dan kelebihan yang menyertainya, oleh sebab itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca sangat saya harapkan, agar kedepannya penulis dapat melakukan perbaikan di berbagai bidang yang dirasa kurang mengena. terima kasih.

BAB II Landasan Teori
 Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas, wewenang serta tanggungjawab, maka bentuk-bentuk organisasi dibedakan sebagai  Yaitu:
1.      Organisasi lini
Organisasi lini merupakan bentuk struktur organisasi yang memiliki tipikal terdapat garis wewenang yang jelas yang menghubungkan antara atasan dan bawahan.

2.      Organisasi fungsional
Organisasi fungsional adalah organisasi di mana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.

3.      Organisasi lini dan fungsional
Organisasi fungsional dan garis adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian di bawahnya yang memiliki keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada para pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian.

4.      Organisasi lini dan staff
Organisasi lini dan staff adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dan sepenuhnya dari puncak pimpinan ke kepala bagian di bawahnya serta masing-masing pejabat. Manajer ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang tidak memiliki wewenang dalam memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misalnya mengenai masalah kearsipan, keuangan, personel, dan lainnya.

5.      Organisasi Lini, Fungsional, dan Staff
Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.

6.      Organisasi komite
Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif


Fungsi atau kegunaan struktur dalam sebuah organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Kejelasan Tanggung Jawab. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab dan apa yang harus dipertanggung jawabkan. Setiap anggota organisasi harus bertanggung jawab kepada pimpinan atau atasan yang memberikan kewenangan, karena pelaksanaan kewenangan itu yang harus dipertanggungjawabkan.

2. Kejelasan Kedudukan. Kejelasan kedudukan seseorang dalam struktur organsisasi sebenarnya mempermudah dalam melakukan koordinasi maupun hubungan karena adanya keterkaitan penyelesaian suatu fungsi yang dipercayakan kepada seseorang.

3. Kejelasan Uraian Tugas. Kejelasan uraian tugas dalam struktur organisasi sangat membantu pihak pimpinan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian, dan bagi bawahan akan dapat berkonsentrasi dalam melaksanakan suatu pekerjaan karena uraiannya yang jelas.


BAB III Pembahasan
 Organisasi Lini

Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.

Memang bentuk organisasi semacam ini, khususnya didalam institusi-institusi yang kecil sangat efektif karena keputusan-keputusan cepat diambil dan pelaksanaan keputusan juga cepat. Kelemahannya jenis organisasi semacam ini kurang manusiawi, lebih-lebih para pelaksana tugas bawahan hanya dipandang sebagai robot yang senantiasa siap melaksanakan perintah.


Ciri-ciri :
ü  Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
ü  Jumlah karyawan sedikit
ü  Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
ü  Belum terdapat spesialisasi
ü  Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
ü  Struktur organisasi sederhana dan stabil
ü  Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
ü  Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
ü  Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
ü  Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
ü  Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
ü  Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
ü  Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
ü  Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
ü  Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
ü  Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
ü  Adanya penghematan biaya
ü  Pengawasan berjalan efektif

Kelemahan-kelemahan organisasi garis :
ü  Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
ü  Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
ü  Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
ü  Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
ü  Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
ü  Kurang tersedianya staf ahli


Organisasi Fungsional  (Functional Organization)


Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

Ciri-ciri :
ü  Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
ü  Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
ü  Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
ü  Target-target jelas dan pasti
ü  Pengawasan ketat
ü  Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
ü  Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
ü  Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
ü  Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
ü  Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
ü  Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
ü  Pembidangan tugas menjadi jelas

Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional :
ü  Pekerjaan seringkali sangat membosankan
ü  Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
ü  Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

Refrensi
ipdcpoa.files.wordpress.com

1 komentar:

  1. Hallo kita ada juga nih artikel tentang 'Struktur Organisasi' silahkan kunjungi dan dibaca. Ini linknya;
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/521/1/paper_Darma_59-68.pdf
    Thank you.
    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus